Inspairing story
Saya termasuk pemula dalam aplikasi design untuk dunia cetak. Tergugah dari kisah hidup (ciee…. ilah kayak didongeng aja) salah seorang “tukang design” langganan saya. Ia dulu bekerja di salah satu perusahaan percetakan sebagai office boysetelah beberapa lama bekerja disana dia amat tertarik dengan proses design yang dilakukan, sambil mencuri waktu & kesempatan dimalam hari dia coba untuk mengutak-atik program yang ada di komputer, termasuklah program design. Pada saat itu program yang dipakai ialah Free Hand 8. Sambil menimba ilmu dari buku, lalu konsep ”trial and error” serta masukan dari rekan2 kerjanya akhirnya ia mampu mengoperasikan program tersebut. Seiring waktu .. serta ”upgrading” informasi & pengetahuan tentang program design amatlah diperlukan karena program2 design tersebut selalu mengalami perkembangan, seperti Free Hand setahu saya versi tebarunya ialah Free Hand MX, lalu Corel : Corel Draw 14, dan lainnya.
Nah... dari kisah beliaulah saya mengetahui bahwa belajar design itu (mungkin semua hal ya ?) tidak terlalu sulit, asalkan ada niat, usaha, bersabar & selalu upgrading informasi, oh iya... serta bisa speak english dikit2. Contohnya beliau yang awal mulanya bekerja sebagai office boy, ternyata BISA mengoperasikan program design for printing. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang memulai bisnisnya melalui jasa design mampu memiliki mesin cetak.
Nah... dari kisah beliaulah saya mengetahui bahwa belajar design itu (mungkin semua hal ya ?) tidak terlalu sulit, asalkan ada niat, usaha, bersabar & selalu upgrading informasi, oh iya... serta bisa speak english dikit2. Contohnya beliau yang awal mulanya bekerja sebagai office boy, ternyata BISA mengoperasikan program design for printing. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang memulai bisnisnya melalui jasa design mampu memiliki mesin cetak.
